Tuesday, November 30, 2010

hari #7. bosan

aku bosan berpuisi cinta dan patah hati.
harapan dan palsunya janji.
bagaimana bila aku yang berjanji?
melompat tertawa manjakan diri.

hei aku, kamu mau menjelajah?
asik sendiri melompati galaksi.
bintang-bintang hanyalah fiksi.
menyelam diam dalam gelap anugrah.

hei beruang, maukah kau jadi kekasihku?
harimau, tetaplah jadi selingkuhan ku.
aku hanya ingin pelukan kuat dan hangat kalian.
saat serigala ku terlelap dalam buaian.

bingung, apalagi yang harus aku sampaikan?
cinta, luka, dan asik sendiri.
dunia masih luas, sayang.
tidak berkembangkah detail yang kau kumpulkan?

hari tiga puluh. 30 hari menulis.

wuih, sudah hari ke-30.
hahahaha, setelah diingat-ingat, tulisan saya memang belum ada yang bermutu sih. tapi setiap hari menulis itu menyenangkan. setidaknya jadi merasa punya kerjaan lah, hahahaha.

saat beberapa hari sebelum mulai project ini, saya langsung membuat daftar apa saja yang ingin saya tulis. beberapa memang akhirnya saya realisasikan. saya tulis dan kembangkan, tapi masi banyak hal-hal yang ada di dalam daftar yang akhirnya tidak jadi saya tulis / kembangkan, biasanya karena pikiran dan ide baru yang muncul dan menyerobot antrian. haha.

ini daftar hal-hal yang belum ditulis :
- do not complain
- anak-anak bungsu yang dimanja tapi hoki besar
- youth, anak-anak kecil berbaju warna-warni
- aku yang berpikiran sempit
- i don't mind going with stranger. and the idea of going out with random people just because they're cute
- love the inner you before you love your body
- menangis karena patah hati itu refleks
- karena aku membutakan diri dari masa depan
- seperti menabung kangen demi hubungan 24 jam
- aku memang senang menyendiri
- saat sedang bosan saya senang mempermainkan orang. membuat orang itu berpikir bahwa saya serius.

biasanya mereka muncul saat aku mau tidur. pikiranku paling aktif saat sebelum tidur. dan aku tahu kalau aku tidak menuliskan mereka, besok aku akan lupa. jadi, buru-buru aku tulis di notes hp garis besarnya. kalau sedang sangat lancar, meski mengantuk aku menulis semua sampai selesai di notes, baru bisa tidur tenang. hahahaha.

jujur, aku sudah lupa apa yang ingin aku sampaikan di ide tentang 'youth, anak-anak kecil berbaju warna-warni', 'love the inner you before you love your body', 'do not complain' dan 'aku memang senang menyendiri'. hahahaha.

setelah menyelesaikan project 30 hari menulis ini, apa ya yang berubah?
aku jadi lebih senang menulis sih. apalagi terfasilitasi di kantor hahaha. apa ya, aku jadi sering berpikir (lebih dari sebelumnya), memperhatikan detail, mencari ide untuk ditulis. hmmm..
tapi sebenarnya aku sama sekali belum puas sih, aku masih akan terus menulis. berlatih.
yah, semoga ada tulisan saya yang bisa jadi inspirasi deh, hahahahaha...

terima kasih banyak kepada pencetus ide 30 Hari Menulis, Maradilla Syachridar.
sekarang saya lanjut ke project 30 Hari Menulis Puisi, cetusan Theoresia Rumthe.

Monday, November 29, 2010

day #6. jengah

tertawa aku di dalam miris.
lupa aku, hatiku tak lagi teriris.
apakah lambungan itu?
yang kuingat hanyalah lubang dan batu.

terperosok aku, menenggak lumpur.
menggapai aku, kau beri dahan keropos.
kau memang tidak mendorong.
lalu kepada siapa aku membalas?

kudengar cengkrama mesra sang bangau.
apakah mereka mengerti makianku?
kudengar puisi cinta sang bulan.
apakah ia menggubris lolonganku?

melarikan diri menunggang awan
menukik liar bersama petir
menangis bahagia adalah hujan
bersama langit aku tidak getir.

kumohon biarkan aku lelap bersama laut
tidakkah kau hormati nyanyian ombak?
aku hanya ingin tenang bersama ikan-ikan
mengambang diam mematikan otak.

hari #5. cerita lama

kutadahkan tanganku menampung harapan.
harapan tercurah deras dari matamu.
kukumpulkan remah tawamu
kumasukkan ke dalam cawan.

itu cerita 5 tahun yang lalu.
cawan itu kini berdebu.
kadang terdengar ia tersedu.
mungkin menangis, aku tak tahu.

mimpiku kau hempas.
karena harapanmu kutebas.
aku belajar
dan aku menyesal.

tapi itu cerita 4 tahun lalu.
cawan itu kini kelabu.
kadang terlihat pudar warnanya.
semu, menguap semuanya.

cawan itu kini ditanganku.
dulu hati ku adalah petinya.
kubasuh ia dalam canda kaku.
ia mengering, aku lupa untuk peduli.

day #4. menghitung dan menunggu

bola kacaku yang besar itu masih kosong.
dahulu memang tersisa sedikit kenangan di dalamnya.
namun sekarang yang terlihat tinggal bercak-bercak.
aku mohon jangan lebih menghilang lagi.

bola kacaku belum berdebu.
aku masih rajin bolak-balik ke dalamnya.
memungut sisa-sisa kenangan.
tinggal sedikit, tercecer berjauhan.

untungnya, aku tidak kehilangan.
tidak bisa kehilangan kalau kau memang lupa bukan?
aku tahu ada yang hilang.
aku tahu ada yang kulewati.
terasa.

tapi
aku tidak ingat.
jadi
aku tidak apa-apa.

aku masih bisa melangkah.
sedikit enggan dan terseret.
tidak membebani kepala dan pikiran,
tinggal masuk ke dalam rutinitas.

menanti masa depan.
menunggu berselisih,
ditarik dan berdrama
bersama takdir.

day two ninth. Harry Potter (from my personal view)

waktu itu aku baru masuk SMP, tahun 1999. meringkuk di kursi belakang mobil Taruna, menuju rumah Oma di Jakarta. Mama nyetir, di sebelahnya duduk kakak perempuanku.

dari kemarin di kepalaku terngiang-ngiang sebuah nama. Harry Potter.
aku tidak tahu dimana aku mendengar nama itu, atau dimana aku membaca nama itu, tiba-tiba saja muncul dan berputar-putar 'harry potter' , 'harry potter' , 'harry potter'.
akhirnya saya bertanya ke kakak saya, 'mba, tau harry potter ga? itu, siapa sih?', kakak saya jawab, 'aku punya ko novelnya. nih, aku bawa. baca aja.'
hah. novel toh? hahaha, wow.

awalnya aneh. mungkin karena terjemahan, jadi cara menceritakannya kurang enak dan lama baru aku bisa membayangkan scene di dalamnya. setiap membaca novel aku memang selalu membayangkan seperti nonton film dan terjun langsung di dalamnya sebagai orang ketiga. buku harry potter and the sorcerer's stone, habis dalam semalam. tapi aku lupa bagaimana perasaanku  waktu itu. apakah langsung suka, atau bagaimana.

yang aku ingat, masa SMP  ku dihabiskan dengan membaca buku itu. membawa diam-diam ke sekolah buku keduanya, harry potter and the chamber of secrets, ternyata ada razia di sekolah. dan karena itu buku kakakku yang aku bawa diam-diam, aku jadi takut. akhirnya ibuku dipanggil ke sekolah demi membawa pulang buku itu. hahahaa.

aku lupa film pertama harry potter itu sebelum atau sesudah film Lord of the Rings. yang jelas saat itu kelas 3 SMP dan saya tergila-gila dengan LOTR, melupakan harry potter. meremehkannya. merasa itu buku anak-anak, dan LOTR jauh lebih keren. musuhan sama teman karena dia penggemar harry potter dan saya bilang banyak nama di harry potter yang sebenarnya mengambil nama-nama dari LOTR.
dasar anak SMP, ga penting banget, hahaha.

anyways, aku ingat pertama kali nonton Harry Potter itu di VCD, nonton sekeluarga di rumah. langsung ilfil karena meskipun muka para pemainnya....bolehlah, tapi aktingnya menurutku sangat buruk, apalagi si Radcliff. aku langsung suka dengan Rupert Grint. tapi aku tetap tidak suka dengan film pertama dan kedua harry potter. film ketiga aku masih nonton di bioskop. lumayan.
keempat, sebenarnya malas nonton tapi diajak teman-teman. lumayan.
film kelima aku skip.

saat buku kelima terbit yang bahasa inggrisnya, kakakku memiliki koleksi lengkap bahasa inggrisnya dari jilid satu. dan aku ingin mulai membaca buku bahasa inggris. jadi, aku mulai membaca ulang harry potter dari jilid pertama, english version.

tidak begitu sulit, mungkin karena sudah tau sebelumnya jadi masih kebayang bila ada yang tidak dimengerti. sampai buku keempat saya semakin masuk ke dalam harry potter. aku ingat, aku lebih sering menangis saat baca bukunya yang versi bahasa inggris. lebih masuk dan lebih terasa. aku semakin tidak bisa melihatnya sebagai buku anak-anak. sialan. kenapa ini fiksi? aku ingin tinggal di dalamnya. hahahaha.

aku suka harry potter. aku cuma benci menunjukkan bila aku suka.
saat semua orang berlomba-lomba menjadi yang pertama membaca bukunya. berlomba-lomba menjadi yang pertama menonton filmnya, aku semakin menjauh. tidak ingin dekat-dekat dengan harry potter.
saat buku ketujuh keluarpun dan kakakku sudah punya, aku tidak ingin membacanya.

aku memang sering begitu sih. saat tahu ini jilid terakhir, aku semakin malas membacanya. seperti saat dulu aku membaca serial STOP, aku suka, sangat, tapi aku tidak membaca jilid terakhirnya padahal ada. dan buku agatha christie koleksi kakakku, aku tidak membaca Curtain, buku kasus terakhir Hercule Poirot.
hmm.
terlihat ya, bahwa aku benci akhir. aku benci tamat. aku menghindari selesai. aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa ceritanya sudah berakhir. hahahaha, benar-benar tidak ada keinginan untuk menuntaskan membaca buku terakhir itu. hilang saja begitu. benar-benar tidak minat lagi.

tapi setahun setelah buku ketujuh harry potter terbit, karena tidak punya bacaan apa-apa, akhirnya aku membacanya. perlahan-lahan. menyerapi tiap kalimat. membayangkan adegannya jelas-jelas. tidak ingin bukunya cepat selesai. tidak ingin cepat-cepat membalik halaman. panik saat melihat halamannya menipis.
hahahaha. berlebihan , terserah , tapi ya begitu.

aku banyak menangis di buku ketujuh. lebih kepada karena tahu ini adalah buku terakhir, padahal tidak sesedih itu hahaha.

setelah selesai membaca buku ketujuh, film harry potter keenam muncul.
aku bela-belain nonton di Ciwalk Premiere. aku nonton sendiri karena aku ingin menikmati semua sendiri tanpa ada yang komentar. aku menonton ulang filmnya dari the prisoner of azkaban. melihat mereka satu-persatu. memperhatikan setiap detail filmnya.

apa ya? seperti melihat seseorang yang sudah kita kenal sejak ia baru lahir dan sekarang dia akan pergi. aduh, berlebihan sekali memang, tapi perasaanku benar-benar seperti itu. hahahahaahha.

kemarin aku menonton filmnya yang ketujuh. baru awal aku sudah menangis. karena kangen. seperti teman lama yang sebenarnya sangat aku rindukan tapi kami tidak berteman terlalu akrab. aduh, berlebihan, berlebihan aku tahu itu hanya cerita anak-anak, dongeng, fiksi, karangan orang.
tapi, kenapa begini ya?

hmm.
sampai sekarang aku masih merasa harry potter itu spesial.
karena nama itu tiba-tiba muncul di dalam kepalaku waktu SMP dulu.
yah, mungkin aku mendengar selewat di tv, atau selewat di radio, atau membaca sekilas di selebaran atau apa. tapi, aku masih tetap merasa.....magical.

hari dua delapan. kiriman identitas

jadi hari sabtu kemarin itu saya bangun siang, di rumah.
habis begadang malamnya nonton drama korea.

bangun tidur, menuju meja makan, melihat ada tumpukan surat dari pak pos.
yang paling atas tertera nama saya.
hmm, aneh. siapa yang ngirim surat?

saya angkat ampolpnya, terasa tebal.
seperti ada banyak kertas di dalamnya.
penasaran, saya robek sisi kiri amplop.

ternyata di dalamnya ada amplop lagi yang juga sudah dirobek.
pas saya lihat isi amplop di dalam amplop itu,
ternyata isinya :
-KTP saya beserta 3 lembar fotokopiannya
-KTM
-kartu timezone
-Blitzcard
-kartu anggota elex comic club

hahahahahaha!
lucu sekali!
seru, saya senang.
rasanya aneh.

tampaknya dompet saya benar-benar dicopet ya.
padahal sampai kemarin aku masih berharap dompet itu menyelip dimana dan nanti akan kutemukan lagi. tapi ternyata sudah di tangan orang lain. hahaha.

tapi kartu ATM saya tidak dikembalikan, begitu juga pas foto dan fotobox-fotobox bareng temen-temen. ah, padahal aku lebih peduli dengan foto-foto itu. dasar copet tidak sensitif. pasti dia ga pernah pacaran atau ga punya banyak temen perempuan. lebih penting foto-foto dari pada kartu-kartu tau?!
aku sudah punya KTP yang baru. kartu blitz juga sudah pesen lagi. hauuuhh.

yah, tapi kapan lagi dapet kiriman yang berisi identitas kita?
kocak.
lumayan jadi punya KTP cadangan hehe.