bersiaplah sayang
akan kuterabas jalan menuju hatimu
akan kuhantam pintu mu berkali-kali
sampai hancur hatiku
atau sampai hancur pintu mu.
bukan demi kamu, sayang
ini demi aku.
jangan egois lagi, sayang
kini giliranku.
hatiku mengecewakan aku
dia tumbuh diam-diam di luar pengawasan ku.
aku bengkalaikan dia, aku racuni setiap hari
namun apa daya, dia tumbuh semakin liar.
tidak terkendali, sayang
jadi kini bersiaplah
karena aku akan menghantam mu
dengan cinta liarku padamu.
Showing posts with label #30 hari menulis puisi. Show all posts
Showing posts with label #30 hari menulis puisi. Show all posts
Wednesday, December 08, 2010
Monday, December 06, 2010
day #13. kamboja merah
Aku menanti cumbu sang kamboja
Dalam basah tanah merah
Mulai terlihat tulang ku yang tidak putih.
Masih mau kah kau mencumbu nya?
Berteman dengan yang tersisih
Mencintai yang kalah
Selalu ada disisi yang membusuk
Padahal kamu tidak sendirian.
Kamboja merah rona
Kamu...diciptakan dengan takdir apa?
Semoga kamu juga dikutuk
Agar aku tahu aku tidak sendirian.
Dalam basah tanah merah
Mulai terlihat tulang ku yang tidak putih.
Masih mau kah kau mencumbu nya?
Berteman dengan yang tersisih
Mencintai yang kalah
Selalu ada disisi yang membusuk
Padahal kamu tidak sendirian.
Kamboja merah rona
Kamu...diciptakan dengan takdir apa?
Semoga kamu juga dikutuk
Agar aku tahu aku tidak sendirian.
hari #12. labirin hujan
Aku berlari di dalamnya
Bersandar dalam rintiknya
Tersengal nafasku
Melepas kenangan tentangmu
Aku berjongkok memungut takdir
Telentang dengan mulut terbuka
Mengumpulkan tiap bulir ingatan
Senang untuk bisa mengingatmu
Berharap untuk bisa keluar
Dari labirin hujan mu
Namun aku tidak terburu-buru
Hanya disini aku boleh merindu mu
Bersandar dalam rintiknya
Tersengal nafasku
Melepas kenangan tentangmu
Aku berjongkok memungut takdir
Telentang dengan mulut terbuka
Mengumpulkan tiap bulir ingatan
Senang untuk bisa mengingatmu
Berharap untuk bisa keluar
Dari labirin hujan mu
Namun aku tidak terburu-buru
Hanya disini aku boleh merindu mu
Saturday, December 04, 2010
day #11. 24 jam
bahagia. kamu tidak bisa berhenti tersenyum.
jantung berdansa, listrik berlari dalam urat
saat yang tidak akan kamu lepaskan
akan kau ulang kembali, apapun bayarannya.
maka kamu menabung waktu
menanti tabungan waktu hingga terkumpul
demi membayar jantung yang berdansa
meski hanya 24 jam
kamu tahu setelah 24 jam kamu tidak ingin lebih
tabungan mu hanya untuk 24 jam itu saja
lalu semua habis, meski kamu ingin lagi
tapi tabungan mu sudah habis. hanya 24 jam
itu adalah analogi.
analogi aku dan kamu.
waktu kita tidak bisa lebih dari 24 jam.
karena setelah itu.
hilang.
sudah.
selesai.
namun akan berulang.
sampai kamu bertemu dia, dan aku bertemu nya.
jantung berdansa, listrik berlari dalam urat
saat yang tidak akan kamu lepaskan
akan kau ulang kembali, apapun bayarannya.
maka kamu menabung waktu
menanti tabungan waktu hingga terkumpul
demi membayar jantung yang berdansa
meski hanya 24 jam
kamu tahu setelah 24 jam kamu tidak ingin lebih
tabungan mu hanya untuk 24 jam itu saja
lalu semua habis, meski kamu ingin lagi
tapi tabungan mu sudah habis. hanya 24 jam
itu adalah analogi.
analogi aku dan kamu.
waktu kita tidak bisa lebih dari 24 jam.
karena setelah itu.
hilang.
sudah.
selesai.
namun akan berulang.
sampai kamu bertemu dia, dan aku bertemu nya.
Friday, December 03, 2010
day #10. pelukis langit
siapa pelukis langit sore kemarin?
nampaknya ia pelukis baru.
pelukis lain.
bukan yang biasanya.
langit sore jakarta terasa begitu
ramai bercampur.
berbagai bentuk
berbagai teknik.
hanya dengan 3 warna
jingga
kelabu
berlatar biru.
tidak hentinya-hentinya aku menengadah
mengeluarkan kepala dari bis kota.
tersenyum kagum
geleng-geleng kepala.
masterpiece, sayang.
salah satu karya terbaik.
pameran sehari hanya 30 menit.
sekali seumur hidup.
si pelukis langit sore
melukis satu kali di tiap sudut langit
aku rasa ia tidak akan melukis lagi
hingga beberapa tahun mendatang
yang biasanya?
itu hanya uap dan air, sayang.
tanpa pelukis,
Thursday, December 02, 2010
hari #9. --
pilih kata mu
bergaul lah
apa yang bisa kau tawarkan padanya?
kata pendamping yang lain?
haruskah semua diwakilkan kata?
tidak.
orang bisu juga bisa mencintai dengan hebat
dengan rengkuhan dan senyuman.
kamu mau jadi bisu?
jangan.
bebisiklah pada angin
agar aku terasuki tiap pagi.
pilih kata mu
kecap lalu ucap
apa yang bisa kau tawarkan pada nya?
semua. karena kau sanggup.
bergaul lah
apa yang bisa kau tawarkan padanya?
kata pendamping yang lain?
haruskah semua diwakilkan kata?
tidak.
orang bisu juga bisa mencintai dengan hebat
dengan rengkuhan dan senyuman.
kamu mau jadi bisu?
jangan.
bebisiklah pada angin
agar aku terasuki tiap pagi.
pilih kata mu
kecap lalu ucap
apa yang bisa kau tawarkan pada nya?
semua. karena kau sanggup.
Wednesday, December 01, 2010
day #8. ramuan
kuperas awan
kuisi tempayan
kuisi tempayan
kurebus bulan
dengan harapan
tak lupa sejumput senyum
seberkas jujur
sehelai bayang
dan sekepal malam
buihkan di terik musim dingin
bubuhkan serbuk matahari
bekukan di badai musim panas
bersinkan pecahan bintang
lalu tenggak tanpa bernafas
tentukan pilihan
dunia mimpi atau takdir alternatif
itulah bahagia.
Tuesday, November 30, 2010
hari #7. bosan
aku bosan berpuisi cinta dan patah hati.
harapan dan palsunya janji.
bagaimana bila aku yang berjanji?
melompat tertawa manjakan diri.
hei aku, kamu mau menjelajah?
asik sendiri melompati galaksi.
bintang-bintang hanyalah fiksi.
menyelam diam dalam gelap anugrah.
hei beruang, maukah kau jadi kekasihku?
harimau, tetaplah jadi selingkuhan ku.
aku hanya ingin pelukan kuat dan hangat kalian.
saat serigala ku terlelap dalam buaian.
bingung, apalagi yang harus aku sampaikan?
cinta, luka, dan asik sendiri.
dunia masih luas, sayang.
tidak berkembangkah detail yang kau kumpulkan?
harapan dan palsunya janji.
bagaimana bila aku yang berjanji?
melompat tertawa manjakan diri.
hei aku, kamu mau menjelajah?
asik sendiri melompati galaksi.
bintang-bintang hanyalah fiksi.
menyelam diam dalam gelap anugrah.
hei beruang, maukah kau jadi kekasihku?
harimau, tetaplah jadi selingkuhan ku.
aku hanya ingin pelukan kuat dan hangat kalian.
saat serigala ku terlelap dalam buaian.
bingung, apalagi yang harus aku sampaikan?
cinta, luka, dan asik sendiri.
dunia masih luas, sayang.
tidak berkembangkah detail yang kau kumpulkan?
Monday, November 29, 2010
day #6. jengah
tertawa aku di dalam miris.
lupa aku, hatiku tak lagi teriris.
apakah lambungan itu?
yang kuingat hanyalah lubang dan batu.
terperosok aku, menenggak lumpur.
menggapai aku, kau beri dahan keropos.
kau memang tidak mendorong.
lalu kepada siapa aku membalas?
kudengar cengkrama mesra sang bangau.
apakah mereka mengerti makianku?
kudengar puisi cinta sang bulan.
apakah ia menggubris lolonganku?
melarikan diri menunggang awan
menukik liar bersama petir
menangis bahagia adalah hujan
bersama langit aku tidak getir.
kumohon biarkan aku lelap bersama laut
tidakkah kau hormati nyanyian ombak?
aku hanya ingin tenang bersama ikan-ikan
mengambang diam mematikan otak.
lupa aku, hatiku tak lagi teriris.
apakah lambungan itu?
yang kuingat hanyalah lubang dan batu.
terperosok aku, menenggak lumpur.
menggapai aku, kau beri dahan keropos.
kau memang tidak mendorong.
lalu kepada siapa aku membalas?
kudengar cengkrama mesra sang bangau.
apakah mereka mengerti makianku?
kudengar puisi cinta sang bulan.
apakah ia menggubris lolonganku?
melarikan diri menunggang awan
menukik liar bersama petir
menangis bahagia adalah hujan
bersama langit aku tidak getir.
kumohon biarkan aku lelap bersama laut
tidakkah kau hormati nyanyian ombak?
aku hanya ingin tenang bersama ikan-ikan
mengambang diam mematikan otak.
hari #5. cerita lama
kutadahkan tanganku menampung harapan.
harapan tercurah deras dari matamu.
kukumpulkan remah tawamu
kumasukkan ke dalam cawan.
itu cerita 5 tahun yang lalu.
cawan itu kini berdebu.
kadang terdengar ia tersedu.
mungkin menangis, aku tak tahu.
mimpiku kau hempas.
karena harapanmu kutebas.
aku belajar
dan aku menyesal.
tapi itu cerita 4 tahun lalu.
cawan itu kini kelabu.
kadang terlihat pudar warnanya.
semu, menguap semuanya.
cawan itu kini ditanganku.
dulu hati ku adalah petinya.
kubasuh ia dalam canda kaku.
ia mengering, aku lupa untuk peduli.
harapan tercurah deras dari matamu.
kukumpulkan remah tawamu
kumasukkan ke dalam cawan.
itu cerita 5 tahun yang lalu.
cawan itu kini berdebu.
kadang terdengar ia tersedu.
mungkin menangis, aku tak tahu.
mimpiku kau hempas.
karena harapanmu kutebas.
aku belajar
dan aku menyesal.
tapi itu cerita 4 tahun lalu.
cawan itu kini kelabu.
kadang terlihat pudar warnanya.
semu, menguap semuanya.
cawan itu kini ditanganku.
dulu hati ku adalah petinya.
kubasuh ia dalam canda kaku.
ia mengering, aku lupa untuk peduli.
day #4. menghitung dan menunggu
bola kacaku yang besar itu masih kosong.
dahulu memang tersisa sedikit kenangan di dalamnya.
namun sekarang yang terlihat tinggal bercak-bercak.
aku mohon jangan lebih menghilang lagi.
bola kacaku belum berdebu.
aku masih rajin bolak-balik ke dalamnya.
memungut sisa-sisa kenangan.
tinggal sedikit, tercecer berjauhan.
untungnya, aku tidak kehilangan.
tidak bisa kehilangan kalau kau memang lupa bukan?
aku tahu ada yang hilang.
aku tahu ada yang kulewati.
terasa.
tapi
aku tidak ingat.
jadi
aku tidak apa-apa.
aku masih bisa melangkah.
sedikit enggan dan terseret.
tidak membebani kepala dan pikiran,
tinggal masuk ke dalam rutinitas.
menanti masa depan.
menunggu berselisih,
ditarik dan berdrama
bersama takdir.
dahulu memang tersisa sedikit kenangan di dalamnya.
namun sekarang yang terlihat tinggal bercak-bercak.
aku mohon jangan lebih menghilang lagi.
bola kacaku belum berdebu.
aku masih rajin bolak-balik ke dalamnya.
memungut sisa-sisa kenangan.
tinggal sedikit, tercecer berjauhan.
untungnya, aku tidak kehilangan.
tidak bisa kehilangan kalau kau memang lupa bukan?
aku tahu ada yang hilang.
aku tahu ada yang kulewati.
terasa.
tapi
aku tidak ingat.
jadi
aku tidak apa-apa.
aku masih bisa melangkah.
sedikit enggan dan terseret.
tidak membebani kepala dan pikiran,
tinggal masuk ke dalam rutinitas.
menanti masa depan.
menunggu berselisih,
ditarik dan berdrama
bersama takdir.
Friday, November 26, 2010
hari #3. -
sedihnya.
aku ingin menulis tentang cinta
namun hampa
karena aku sedang tidak mencinta
tarik aku kembali
paksa aku merasakan mu
sentuh aku dengan tekanan
karena karya ku lahir dari pedih.
..oO0Oo..
aku meleburkan kunci hatiku
di dalam kawah pijar berpanas semu
kunci ku mencair, aku sebarkan
cairannya ke penjuru bumi.
patahlah hatiku sebanyak tetesan leburan kunci
menunggu tetesan terakhir untuk menjadi penghuniku
Wednesday, November 24, 2010
hari #1. ampas
dan saat bibirmu menyentuh
kelopak mataku.
dan saat bibirmu menekan
ujung bibirku.
namun saat bibirmu mengecup
tengah dahi ku.
maka aku tahu,
bahwa kau telah usai.
memberiku hiburan. dan kembali
ke kehidupan normalmu. kau
tidak memandangku bila ingin
berkomitmen.
saat itu.
aku ingin kau
mati.
kelopak mataku.
dan saat bibirmu menekan
ujung bibirku.
namun saat bibirmu mengecup
tengah dahi ku.
maka aku tahu,
bahwa kau telah usai.
memberiku hiburan. dan kembali
ke kehidupan normalmu. kau
tidak memandangku bila ingin
berkomitmen.
saat itu.
aku ingin kau
mati.
Subscribe to:
Posts (Atom)

